Jenis Mesin Jahit
 
Macam-macam mesin jahit dibagi berdasarkan fungsi dan teknologi, mulai dari yang manual (klasik/kaki), listrik (mekanik/elektrik), hingga komputerisasi/otomatis, dengan fungsi spesifik seperti High Speed (industri), Obras (Serger), Neci (Coverstitch), Bordir, dan Lubang Kancing untuk kebutuhan rumah tangga hingga konveksi profesional.  
 
Berdasarkan Teknologi & Pengoperasian
  • Mesin Klasik (Manual/Kaki): 
    Menggunakan tenaga injak kaki atau putaran tangan, cocok untuk dasar-dasar menjahit sebelum era listrik. 
     
  • Mesin Mekanik/Listrik: 
    Ditenagai listrik, lebih cepat, dan sering memiliki beberapa pola jahitan dasar (straight stitch, zig-zag). 
     
  • Mesin Elektronik/Komputer: 
    Dilengkapi kontrol digital, pola jahitan lebih banyak, bahkan bisa diprogram untuk bordir otomatis. 
     
Berdasarkan Fungsi Spesifik (Rumah Tangga & Industri)
Mesin Jahit Portable/Mini: Ukuran kecil, multifungsi (bisa obras, zig-zag, kancing), praktis untuk rumahan. 
 
High Speed (Industri): Sangat cepat, untuk produksi massal, jahitan presisi. 
 
Obras (Serger): Merapikan tepi kain agar tidak mudah berjumbai, sering digabung dengan jarum rantai. 
 
Neci (Coverstitch): Membuat keliman atau lipatan rapi di pinggir kain, biasanya untuk kaos atau kerudung. 
 
Bordir: Khusus untuk membuat hiasan bordir, baik manual maupun otomatis. 
 
Lubang Kancing: Membuat lubang kancing secara otomatis atau semi-otomatis. 
 
Mesin Jarum Dua Rantai: Membuat jahitan rantai dua atau tiga jarum, sering dipakai di industri garmen. 
 
Bartack: Memperkuat area yang menanggung beban seperti ujung saku atau resleting dengan jahitan zig-zag kuat. 
 
Singer, Brother, Janome, Butterfly, Juki, Jaguar, Messina. 
 
Pemilihan mesin jahit tergantung pada kebutuhan, apakah untuk hobi rumahan atau produksi industri, serta anggaran yang tersedia.